Banyak cara jika hanya ingin tahu bagaimana melakukan pengolahan data statistik, mendapatkan besaran-besaran statistik, menampilkan grafik dan sebagainya. Tapi KENAPA MESTI STATISTIK ?
Kenapa anda harus menggunakan statistik ? Apakah ada yang salah jika tidak memakainya ? Toh beberapa hal dilihat oleh "marketer klasik" dan amati sebenarnya adalah sesuatu yang deterministik (seperti : pencapaian target, persen pertumbuhan, persen kontribusi, dan hal-hal semacam itu). Dan pada umumya lagi, yang dilihat adalah kondisi masa lalu dan saat ini.
Seorang "Manager marketing klasik", pada umumya akan bertanya Apa dan Kenapa bisa terjadi demikian. Ya, dan akhirnya semua lini dibawahnya terjebak untuk mencari-cari kenapa ya (memberikan jawaban yang se-logik mungkin dan cukup bisa menyelamatkan dirinya), misalnya : harga produk mahal, kompetitor berikan diskon lebih tinggi, lokasi tidak terjangkau dan sebagainya. Dan karena jawaban ini yang diberikan, para "manager klasik"pun berkelit : "Ah, mungkin saja anda yang kurang konsisten dalam melakukan pemasaran, coba kalau anda konsisten, toh saya dulu bisa". Apakah ini akan menyelesaikan masalah ? Apakah akan bisa berfikir kreatif dan inovatif dengan perilaku seperti ini ?
Untuk apa anda pakai statistik dan untuk apa anda melakukan marketing research, JIKA hanya ingin tahu penyebab. Ilmu statistik sebenarnya didasarkan pada adanya konsep PROBABILISTIK yang muncul karena adanya UNCERTAINTY. Melihat masa lalu atau saat ini bukan hal yang salah, karena merupakan data awal untuk memprediksi / meramalkan kondisi masa depan. Jika ini konsep statistik ini yang dipakai dan dilakukan dengan benar, tidak akan susah dapatkan insight tentang konsumen anda.
Jadi tidak seharusnya setiap data mesti dikatakan statistik, dan tidak seharusnya berkelit dibawah statistik jika yang dipakai hanya besaran-besaran statistik. Dan tidak akan ada gunanya jika menjawab what dan why dalam suatu permasalahan (secara statistik), tapi tidak menggunakan how dan whatnext (secara statistik) pula dalam merancang strategi pemasaran.
2 komentar:
Statistik (ilmu statistik atau statistika) digunakan krn kita mesti mengambil sampel (bukan populasi) shg ada persoalan probabilitas.
Bgm kemudian dg sampel kita dpt menghitung 'statistik' sbg estimator tdk bias dari 'parameter'
Jadi rangkaian statistika: pengumpulan, pengolahan dan interpretasi data
suhandojo (stat ITS 85)
Sependapat dg pak Suhandojo, sayangnya "statistik sbg estimator" ini sering tidak dipahami awam.
Post a Comment