Showing posts with label Seputar IT. Show all posts
Showing posts with label Seputar IT. Show all posts

February 6, 2008

Mahalnya Investasi IT

Investasi IT, di beberapa perusahaan jasa sering nampak diabaikan, mereka berkilah : IT mahal, IT susah, IT bukan core business perusahaan dan berbagai macam alasan. Benarkah demikian ?

Sistem IT pada dasarnya ada untuk memudahkan pekerjaan kita (servis pada pelanggan), memudahkan kita untuk mengamati perilaku pelanggan, memudahkan kita untuk mengontrol aktifitas yang dilakukan dilapangan, namun demikian beberapa manager nampak selalu mengeluhkan bahwa sistem IT itu rumit dan sulit. Sesuatu yang aneh namun kerap saya jumpai. Dan apa yang terjadi? Implementasi IT gagal total, dan inilah awal dari munculnya persepsi bahwa IT itu mahal.

Dari pengamatan saya, beberapa indikasi gagalnya penerapan IT di sebuah perusahaan disebabkan karena :
(1) CEO, jajaran direksi dan sebagian besar managernya adalah orang yang "jadul", menganggap bahwa IT itu sulit dan tidak mau ketahuan karyawannya bahwa dia tidak bisa
(2) Karena point (1) diatas, mereka tidak mau belajar dan mencari tahu alias "tidak mau tahu"
(3) Terlalu mengandalkan karyawan (bagian EDP, pendataan atau sekertaris mereka) untuk berhubungan dengan IT
(4) Masih sangat tergantung pada dokumen dalam bentuk kertas
(5) Komunikasi lewat email saja tidak bisa (harus menunggu dibuka oleh sekertaris)
(6) Terlalu boros dalam komunikasi (karena harus selalu menggunakan telepon)

Kalau sudah begini, saya sangat yakin, sepandai-pandainya seorang programmer atau secanggih apapun IT yang mereka investasikan, pasti akan gagal dalam pemanfaatannya, lebih dari itu bisa muncul manipulasi data dan transaksi keuangan dari sini. Korupsi, apa lagi dan jadilah IT menjadi tameng : sulit, tidak fleksibel, lamban, dll. Jadilah kenyataan, bahwa IT itu mahal jika dan hanya jika ............(seperti diatas).

December 25, 2007

BERBAGI hasil coba-coba

Koneksi internet dimana-mana di Indonesia dikenal mahal. Ya, saya setuju itu. Kecuali yang pakai gratisan dari kantor (tapi tetap saja, kantornya yang bayar). Informasi begitu simpang siur dan daripada bingung mana yang bener saya cobain deh.. Ya, memang ada resiko (biaya mahal), tapi namanya juga "mencoba", sama dengan riset khan, tetap butuh biaya ?

Supaya lebih bermanfaat dan bisa dipakai sebagai referensi, saya coba bagikan hasil coba-coba disini

Informasi diatas berdasarkan dari web penyedia layanan internet-nya. Kecuali untuk kolom kecepatan, lain-lain dan komentar yang saya peroleh dari pengalaman saya sendiri dan beberapa rekan.

September 12, 2007

Nikmatnya Bereksplorasi

Terkadang untuk mencoba hal baru, dibutuhkan bukan hanya niat namun ke"nekad"an dan ini membuat sedikit sekali orang yang mau melakukan uji coba disaat ada hal-hal baru.


Satu contoh yang banyak saya jumpai beberapa tahun terakhir adalah keengganan seseorang untuk hidup lebih simpel dengan teknologi informasi. Coba, berapa persen yang memanfaatkan internet sebagai media komunikasi yang bukan hanya up to date, namun lebih murah (dibandingkan sms bahkan telepon), dari yang berkomunikasi dengan internet, berapa banyak yang hanya untuk melihat email (tanpa browsing)?

Sekarang ini di Indonesia, dibanjiri beberapa macam handphone 3G dan respon pada saat awal peluncurannyapun, luar biasa. Masyarakat kita sangat antusias, walaupun bagi saya harga handphone 3G (saat itu) tidak bisa dibilang murah. Namun, kini setelah kurang lebih setahun berjalan, apa yang dapat mereka manfaatkan dari sebuah handphone 3G atau 2G? Berikut pooling singkat yang saya lakukan di dua mall di Surabaya pada pengguna handphone 3G (dengan membuang responden yang bekerja di bidang TI dan memiliki background pendidikan komputasi/ informatika.

Alasan membeli handphone 3G :
- Ingin mencoba fasilitas video Call/ Video Streaming
- Bergengsi
- Tampil modis

Lalu saat ditanya, aktifitas terbanyak yang mereka lakukan dengan handphone tersebut pada 1 bulan pertama setelah dibeli :
(berdasarkan urutan dan hanya deskripsi semata dari jumlah terbanyak) :
- berbicara
- sms
- koneksi data

Bayangkan betapa borosnya hidup ini, jika kita berperilaku demikian. Mestinya, sesuatu yang mahal harus dibayar dengan bertambahnya wawasan kita. Berapa banyak biaya yang kita keluarkan andaikan antar kita cukup berkomunikasi melalui ym dari handphone, membaca email lewat handphone, updating informasi melalui wap dibanding menelpon dan ber-sms ?

Beberapa orang yang tampak sangat enggan menggunakan handphone canggihnya untuk berkomunikasi selain untuk telepon dan sms memberikan alasan berikut ini :
- susah setting GPRS/ koneksi data-nya
- ribet
- takut biaya koneksinya mahal
Dan karena dari pengamatan saya sebenarnya beberapa orang ini bukan orang yang kekurangan, saya coba settingkan gprs lewat handphone-nya, coba masukkan aplikasi gmail dan ym lewat handphonenya lalu menunjukkan berapa biaya untuk berkomunikasi via gprs/ wap dalam durasi 2 jam. Mestinya setelah ini saya lakukan, 3 alasan diatas sudah tidak berlaku lagi, namun yang terjadi adalah sama saja alias tidak ada perubahan perilaku.

Ya, perubahan perilaku memang tidak mudah, dan kesimpulan saya adalah orang ini bukan tipe yang suka bereksplorasi dan artinya adalah orang yang tidak mau belajar. Untungnya, dari data-data yang saya miliki trend jumlah orang yang seperti ini (di beberapa kota) cenderung menurun.

Untuk kasus berkomunikasi via internet, saya pribadi memiliki pengalaman yang menarik, mengasyikkan. Memang mahal (namanya juga eksplorasi yang mungkin dapat disamadengankan dengan melakukan riset sendiri), namun akhirnya siap yang untung ? Akhirnya saya menemukan cara untuk dapat berkomunikasi lebih murah,mudah dan cepat.

July 18, 2007

Aduh Repotnya…

Beberapa hari belakangan saya benar-benar bingung. Perkembangan teknologi informasi harusnya memberikan banyak manfaat bagi kita, data lebih mudah diperoleh, pekerjaan lebih efektif dan efisien. Namun, coba amati di lingkungan sekitar anda ; Berkaitan dengan pengumpulan data, berapa banyak yang menganggap bahwa teknologi itu merepotkan dan akhirnya mereka enggan memanfaatkan teknologi itu dan memilih manual dengan dalih : lebih merasa yakin terhadap kebenaran data.

Maaf bagi yang kurang berkenan, namun bagi saya alasan diatas hanya omong kosong yang muncul ketika seseorang atau organisasi tidak mau berfikir. Dan ini adalah ciri-ciri kelompok yang sulit menerima perubahan.

Teknologi informasi akan memberikan banyak manfaat jika kita mau belajar dan sedikit menganalisis. Bukanlah suatu hal yang sulit untuk mempelajari dan mengaplikasikannya, apalagi ketika kita hanya sebagai user. Dari pengamatan yang saya lakukan ada beberapa kelompok orang yang enggan memanfaatkan teknologi informasi, diantaranya :

1. Kelompok Gajah Tua Kebun Binatang
Orang-orang dalam kelompok ini pada umumnya berusia diatas 30 tahun dan hanya bekerja berdasarkan rutinitas, merasa banyak pengalaman padahal bukanlah pengalaman yang berarti dan lebih suka menyuruh daripada mengerjakan sendiri. Motonya : kalau bisa minta tolong, kenapa musti bekerja sendiri
Orang-orang dalam kelompok ini hanya bisa marah dan menghujat jika tidak dibantu.
2. Kelompok Kancil Pencuri Timun
Orang-orang di kelompok ini pada umumnya adalah generasi muda berusia kurang dari 30 tahun. Mereka adalah orang yang enggan belajar dan memanfaatkan teknologi karena kekuasaan yang dimiliki, dalih kompetensi dan selalu mengkotak-kotakkan pekerjaan.
Motonya : IT is not my bussiness
Dalam sebuah perusahaan, orang-orang dalam kelompok ini tidak akan peduli terhadap permasalahan apapun yang terjadi. Dan menjadi sangat tidak produktif bila mereka berada di departemen marketing

Sekali, dua kali anda berusaha mengajak orang-orang dalam kelompok ini untuk berubah, jika mereka tidak kunjung berubah karena kemalasan dan arogansinya segera tinggalkan mereka dan coret nama mereka sebagai partner kerja anda, karena bukanlah mereka yang akan lebih baik, namun peluang anda tertular dengan kebiasaan dan pemikiran mereka akan semakin besar.